Wisata Surabaya
Wisata Surabaya 2026: Panduan per Kawasan, dari Kota Lama, Ampel, sampai Kenjeran dan Suramadu
8 Mei 2026 (diperbarui 14 Oktober 2026)13 menit baca

Jawaban singkat
Ringkasan Wisata Surabaya 2026: Panduan per Kawasan, dari Kota Lama, Ampel, sampai Kenjeran dan Suramadu
Panduan wisata Surabaya per kawasan: Kota Lama zona Eropa dan Pecinan Kembang Jepun, kawasan religi Ampel, Tugu Pahlawan, Monkasel, Kenjeran dan Suramadu, Taman Bungkul, rujak cingur, lontong balap, serta cara berkeliling kota.
Wisata Surabaya dalam satu gambaran
Wisata Surabaya paling enak disusun per kawasan. Bagian utara kota menyimpan Kota Lama (gedung kolonial di Jalan Rajawali, Pecinan Kembang Jepun, dan kampung religi Ampel). Pusat kota punya Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, dan Monumen Kapal Selam. Pesisir timur laut adalah Kenjeran dan Jembatan Suramadu, sedangkan selatan kota adalah wilayah taman seperti Taman Bungkul. Dua hari cukup untuk keempatnya kalau kamu tidak bolak-balik.
Surabaya adalah ibu kota Jawa Timur dan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta, dengan luas wilayah 326,81 km² dan penduduk 3.094.732 jiwa pada 2018 menurut data BPS yang dikutip Wikipedia Kota Surabaya. Julukan Kota Pahlawan, dari Pertempuran 10 November 1945, terasa di banyak objek wisatanya.
Artikel ini membahas apa yang bisa dilakukan dan di mana. Tarif, jam sesi, dan cara membeli tiket ada di daftar harga tiket wisata Surabaya 2026.
| Kawasan | Isi utama | Waktu yang pas |
|---|---|---|
| Kota Lama, zona Eropa | Jalan Rajawali, Jembatan Merah, Gedung Internatio, House of Sampoerna | Pagi atau sore menjelang matahari terbenam |
| Kota Lama, Pecinan dan Arab | Kembang Jepun dan Kya-Kya, Klenteng Hok An Kiong, Masjid dan Makam Sunan Ampel, Pasar Ampel | Ampel pagi atau siang; Kya-Kya Jumat sampai Minggu malam |
| Pusat kota | Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, Jalan Tunjungan, Hotel Majapahit, Monkasel, perahu Kalimas | Selasa sampai Minggu, karena banyak museum tutup Senin |
| Pesisir timur laut | Pantai Kenjeran, Jembatan Suroboyo, Kelenteng Sanggar Agung, Suramadu | Sore |
| Selatan dan timur kota | Taman Bungkul, Kebun Binatang Surabaya, Hutan Bambu Keputih | Pagi, sebelum panas |
Kota Lama zona Eropa: Jalan Rajawali sampai Jembatan Merah
Kawasan Kota Lama Surabaya selesai direvitalisasi Pemkot pada 2024 dan kini dibagi menjadi empat zona, yaitu Eropa, Pecinan, Arab, dan Melayu, seperti dijelaskan ANTARA (Agustus 2024). Zona Eropa berada di barat Kalimas, di sekitar Jalan Rajawali dan Taman Jayengrono.
Titik tengahnya adalah Jembatan Merah. Menurut ANTARA, jembatan ini dibangun sejak 1809 pada masa Gubernur Jenderal Daendels dan menghubungkan sisi timur Kalimas (Pecinan dan Arab) dengan sisi barat (Eropa). Sore hari adalah waktu terbaik untuk memotret gedung-gedung di sekitarnya.
Tak jauh dari situ berdiri Gedung Internatio, bekas kantor Internationale Crediet- en Handels-Vereeniging "Rotterdam". ANTARA mencatat gedung tiga lantai ini menjadi saksi peristiwa 1945 yang berujung tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby, dan bisa dikunjungi gratis.

Untuk berkeliling, ANTARA menyebut ada mobil listrik Toerwagen dengan pemandu dan tarif Rp20.000 per orang pada 2024. Angka itu sudah dua tahun, jadi tanyakan ulang di lokasi. Di kawasan Kota Lama juga ada Toko Siropen (pabrik sirup lama, pengunjung hanya boleh di bagian toko depan) dan Pos Bloc Surabaya di Jalan Kebon Rojo, ruang kreatif yang bisa dimasuki gratis, menurut ANTARA.
House of Sampoerna di sisi barat kota lama melengkapi rute sejarah ini. Jam bukanya dan informasi bus tur gratis ada di panduan tiket wisata Surabaya. Kalau kamu ingin kunjungan museum terasa lebih bermakna, baca dulu tips menikmati museum dan galeri.
Pecinan Kembang Jepun dan pasar malam Kya-Kya
Menyeberang Jembatan Merah ke timur, kamu masuk Jalan Kembang Jepun, poros Pecinan Surabaya. Gapura merah bertuliskan Kya-Kya di ujung jalan adalah penanda paling mudah.
Kya-Kya adalah pasar malam kuliner di sepanjang Kembang Jepun. JawaPos (Agustus 2025) mengutip akun resmi @kyakyakembangjepun bahwa jam operasionalnya Jumat sampai Minggu pukul 18.00 sampai 22.00 WIB, dengan menu dari bakmi, dimsum, sate, kue tradisional, sampai minuman segar. Jadi kalau tiba di Surabaya Senin sampai Kamis, jangan berharap menemukan pasar malamnya.
Saat Imlek, kawasan ini paling meriah. JawaPos (Februari 2026) menulis Kya-Kya biasanya diisi bazar kuliner, pertunjukan seni, dan lampion sepanjang jalan menjelang Tahun Baru Imlek. Artikel yang sama menyebut Klenteng Hok An Kiong di kawasan Pecinan sebagai klenteng tertua di Surabaya.
Di klenteng, minta izin sebelum memotret orang yang bersembahyang. Untuk rute jajan malam, cara merencanakan food tour bisa dipakai di Kembang Jepun.
Kawasan religi Ampel: masjid, makam, dan pasar
Di utara Kembang Jepun ada Ampel, inti zona Arab Kota Lama. Masjid Agung Sunan Ampel di Kecamatan Semampir didirikan pada 1421 oleh Sunan Ampel, salah satu Walisongo, dan di dekatnya ada kompleks makam Sunan Ampel, menurut Wikipedia Masjid Ampel.
Liputan detikJatim (November 2025) merinci isi kawasan ini: makam Sunan Ampel, makam Mbah Soleh dan Mbah Sonhaji, makam KH Mas Mansyur dan KH Hasan Gipo, tempat wudhu melingkar yang dibuat menyerupai fasilitas di Makkah untuk mengurangi antrean, air minum dari sumur, dan Pasar Ampel. Masjidnya beberapa kali diperluas, termasuk pada 1926, dan kini luasnya hampir 4.000 m².

Pasar Ampel menjual oleh-oleh, aksesori religi, makanan khas Timur Tengah, dan busana muslim, menurut detikJatim. Saat Ramadan, aktivitas pasarnya hampir tidak berhenti dari pagi sampai menjelang pagi lagi, seperti dicatat JawaPos (Maret 2026).
Beberapa hal praktis untuk pengunjung yang bukan peziarah:
- Kenakan pakaian sopan yang menutup lutut dan bahu. Perempuan sebaiknya membawa kerudung untuk masuk area masjid dan makam.
- Siapkan kantong untuk alas kaki, karena area makam dan masjid dimasuki tanpa sepatu.
- Hindari jam salat Jumat kalau tujuanmu melihat-lihat, karena lorong pasar paling padat menjelang dan sesudah salat.
Untuk tawar-menawar di pasar tradisional, prinsip di panduan wisata kuliner pasar tradisional juga berlaku di Pasar Ampel.
Pusat kota: Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan, dan Monkasel
Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember di Jalan Pahlawan adalah objek yang paling erat dengan julukan Kota Pahlawan. Museumnya ada di bawah tanah kompleks tugu dan tutup setiap Senin. Sejarah monumen, isi diorama, dan cara berkeliling kompleksnya sudah kami bahas tersendiri di panduan Monumen Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember.
Dari Tugu Pahlawan, Jalan Tunjungan bisa dicapai dalam perjalanan singkat ke selatan. Ikon jalan ini adalah Hotel Majapahit. Menurut Wikipedia Hotel Majapahit, hotel ini dibuka pada 1911 dengan nama Hotel Oranje, berganti nama menjadi Hotel Yamato pada masa pendudukan Jepang, dan menjadi lokasi perobekan bendera Belanda menjadi merah putih pada 19 September 1945.
Monumen Kapal Selam (Monkasel) berada di Jalan Pemuda Nomor 39, bersebelahan dengan Plaza Surabaya. Wikipedia Monumen Kapal Selam mencatat kapal yang dipajang adalah KRI Pasopati 410, kapal selam kelas Whiskey buatan Vladivostok tahun 1952 yang aktif sejak 1962.
Di sebelah Monkasel mengalir Kalimas, dan dari Taman Prestasi ada perahu wisata yang menyusuri sungai pada sesi pagi, siang, dan malam. Tarif Monkasel, tarif perahu, dan jadwal sesinya ada di rangkuman tiket wisata Surabaya. Kalau tertarik pada wisata bertema sejarah perang dan tragedi, baca juga panduan dark tourism soal etika berkunjung ke tempat semacam ini.
Kenjeran, Jembatan Suroboyo, dan Suramadu
Pesisir timur laut Surabaya adalah tujuan sore. Jangan membayangkan pantai pasir putih untuk berenang. Daya tarik Kenjeran adalah suasana pesisir, kuliner laut, dan latar Jembatan Suramadu, yang juga disebut portal tiket Pemkot sebagai daya tarik utama Taman Hiburan Pantai Kenjeran.
Jembatan Suroboyo sepanjang 780 meter yang melintas di atas laut kini menjadi ikon wisata kawasan Kenjeran, menurut Wikipedia bahasa Inggris. Jembatan ini dikenal dengan air mancur menarinya, tetapi pertunjukan tidak lagi rutin setiap pekan. Pada malam pergantian tahun 2025 ke 2026, misalnya, ada pertunjukan laser air mancur yang ditonton warga dari atas jembatan, seperti dilaporkan detikJatim. Pantau akun Pemkot untuk jadwal acara.
Di kawasan yang sama berdiri Kelenteng Sanggar Agung dengan patung Dewi Kwan Im setinggi sekitar 20 meter menghadap laut. Wikipedia Kelenteng Sanggar Agung menceritakan patung itu dibangun dua tahun setelah kelenteng berdiri, diapit dua penjaga dan empat maharaja langit.

Jembatan Nasional Suramadu menghubungkan Surabaya dengan Bangkalan di Madura. Data di Wikipedia Jembatan Suramadu menyebut panjang totalnya 5.438 meter, lebar 30 meter, bentang terpanjang 434 meter, dan menara setinggi 146 meter. Jembatan ini diresmikan 10 Juni 2009 dan statusnya kini gratis tol; Wikipedia merujuk pengumuman BPJT Kementerian PUPR bertanggal 29 Oktober 2018.
Jangan berhenti di badan jembatan untuk berfoto, karena ini jalur kendaraan cepat. Untuk makan ikan bakar di Kenjeran, baca panduan kuliner seafood pesisir agar tahu cara menanyakan harga per kilo sebelum memesan.
Taman Bungkul dan taman kota lainnya
Surabaya punya banyak taman kota, dan yang paling terkenal adalah Taman Bungkul di Jalan Raya Darmo. Menurut Wikipedia Taman Bungkul, nama taman diambil dari Ki Ageng Supo atau Sunan Bungkul, ulama masa Majapahit abad ke-15 yang disebut saudara ipar Sunan Ampel. Makamnya berada di belakang taman dan masih diziarahi.
Taman ini diresmikan pada 21 Maret 2007 dan dilengkapi amfiteater berdiameter 33 meter, jalur lari, area papan luncur, taman bermain anak, kolam air mancur, dan pujasera. Wikipedia juga mencatat Taman Bungkul meraih The 2013 Asian Townscape Award sebagai taman terbaik se-Asia.

Taman Harmoni di Keputih menjadi rumah Hutan Bambu yang populer untuk foto pagi, sedangkan Taman Prestasi di belakang Gedung Negara Grahadi adalah titik naik perahu Kalimas. Jam buka keduanya ada di panduan tiket wisata Surabaya.
Membawa anak kecil? Taman kota adalah jeda yang bagus di antara museum, dan tips liburan keluarga dengan anak membantu mengatur tempo seharian.
Kuliner khas: rujak cingur, lontong balap, dan di mana mencarinya
Dua makanan yang paling sering disebut sebagai identitas Surabaya adalah rujak cingur dan lontong balap. Keduanya memakai petis, jadi rasanya gurih manis dengan aroma udang yang kuat.
Rujak cingur berisi irisan timun, krai, taoge, kangkung, nanas, kedondong, lontong, tahu, tempe, dan cingur (moncong sapi), lalu diguyur bumbu petis, gula merah, cabai, dan kacang tanah, menurut Wikipedia Rujak cingur. Ada versi campur (dengan buah mentah) dan matengan (hanya bahan matang). Versi tanpa cingur disebut rujak Suroboyo. Salah satu warung yang sering disebut legendaris adalah Rujak Cingur Delta di Jalan Kayoon Nomor 46, dengan harga Rp20.000 sampai Rp35.000 per porsi menurut JawaPos (April 2026).
Lontong balap terdiri dari lontong, taoge, tahu, dan lentho dalam kuah, biasanya ditemani sate kerang. Wikipedia Lontong balap menceritakan asal namanya: penjual zaman dulu memikul kemaron tanah liat yang berat dan berjalan cepat, seolah berlomba (balapan), menuju Pasar Wonokromo untuk berebut pembeli.

Kalau ingin membandingkan beberapa penjual dalam sekali jalan, pergilah ke Jalan Kranggan di Kecamatan Sawahan. detikJatim (Desember 2025) mencatat tiga warung lama di jalan ini: Lontong Balap Pak Budi Garuda di Nomor 73 (sejak 1952, buka 07.00 sampai 16.00), Lontong Balap Cak Gendut di depan bekas Bioskop Garuda Nomor 71 (sejak 1956, buka 09.00 sampai 22.00), dan Lontong Balap Bu Djupri (sejak 1982). Harga seporsi di daftar itu sekitar Rp12.000 sampai Rp16.000.
Panduan memilih kuliner kaki lima membantu menilai warung yang ramai dan bersih.
Cara ke Surabaya dan berkeliling di dalam kota
Pintu masuk. Bandara Internasional Juanda sebenarnya berada di Sedati, Kabupaten Sidoarjo, di luar batas kota. Surabaya punya tiga stasiun besar, yaitu Surabaya Kota (Semut), Pasar Turi, dan Gubeng; kereta Argo Bromo Anggrek ke Jakarta Gambir berangkat dari Pasar Turi, menurut Wikipedia bahasa Inggris. Untuk wisata Kota Lama, Pasar Turi dan Surabaya Kota adalah stasiun terdekat. Cara memesan dan memilih kelas kereta ada di panduan naik kereta api di Indonesia.
Bus kota. Pemkot mengoperasikan Suroboyo Bus untuk rute utama dan bus pengumpan Wirawiri Suroboyo untuk rute yang lebih kecil. Menurut GNFI (Februari 2025), saat itu ada 2 rute Trans Semanggi dan 11 rute feeder Wirawiri selain rute Suroboyo Bus. detikJatim (September 2025) menulis Suroboyo Bus beroperasi sekitar 05.30 sampai 21.00. Tarif dan cara bayarnya (QRIS, kartu uang elektronik, aplikasi GoBis) sudah dirinci di panduan tiket wisata Surabaya. Kalau belum terbiasa membaca rute bus di kota baru, mulai dari panduan naik transportasi umum di kota asing.
Ojek online dan jalan kaki. Untuk rute antarkawasan yang jauh, misalnya Ampel ke Taman Bungkul atau pusat kota ke Kenjeran, ojek atau taksi online lebih praktis. Di dalam Kota Lama, berjalan kaki paling efisien.
Cuaca. Surabaya beriklim tropis basah dan kering. Musim hujan berlangsung Oktober sampai Mei, dan kemarau mengisi empat bulan sisanya; suhu rata-rata harian sekitar 31 derajat Celsius siang dan 23 derajat malam sepanjang tahun, dengan September sampai November sebagai bulan terpanas, menurut data normal 1991 sampai 2020 stasiun Juanda di Wikipedia bahasa Inggris. Bawa topi, botol minum, dan payung lipat, lalu jadwalkan taman dan Kota Lama di pagi atau sore hari.
Contoh rencana dua hari dan pilihan menginap
Jalankan rencana ini pada Jumat dan Sabtu agar malamnya bertepatan dengan Kya-Kya, dan hindari Senin karena banyak museum tutup.
Hari pertama, utara kota. Pagi ke kawasan Ampel untuk melihat masjid dan pasar. Siang menyeberang ke zona Eropa: Jembatan Merah, Gedung Internatio, dan House of Sampoerna. Sore ke Tugu Pahlawan selagi museumnya masih buka (sesi terakhir selesai pukul 15.00). Malam kembali ke Kembang Jepun untuk makan malam di Kya-Kya.
Hari kedua, pusat dan pesisir. Pagi ke Taman Bungkul, lalu lontong balap di Jalan Kranggan. Siang ke Monkasel dan berjalan ke Jalan Tunjungan. Sore ke Kenjeran, mampir Kelenteng Sanggar Agung, lalu menyeberang Suramadu menjelang matahari terbenam.
Soal penginapan, kawasan Tunjungan dan sekitar Stasiun Gubeng memudahkan akses ke dua arah, utara dan pesisir. Bandingkan pilihannya di panduan mencari hotel murah, dan susun anggaran harian dengan tips liburan akhir pekan hemat.
Surabaya juga pintu masuk ke banyak tujuan Jawa Timur. Lanjutkan ke wisata Malang atau Kota Batu untuk udara sejuk, atau ke panduan Bromo untuk matahari terbit. Kalau sedang menyusun perjalanan panjang, itinerary solo trip lintas Jawa 10 hari bisa menjadi kerangkanya.
FAQ Wisata Surabaya
Berapa hari ideal untuk wisata Surabaya?
Dua hari cukup untuk Kota Lama (zona Eropa, Pecinan Kembang Jepun, dan Ampel), pusat kota (Tugu Pahlawan, Tunjungan, Monkasel), serta Kenjeran dan Suramadu. Tambah satu hari kalau ingin ke Kebun Binatang Surabaya atau berjalan santai di taman kota.
Apa saja zona di Kota Lama Surabaya?
Setelah revitalisasi Pemkot pada 2024, Kota Lama dibagi menjadi empat zona: Eropa (sekitar Jalan Rajawali dan Jembatan Merah), Pecinan (Kembang Jepun), Arab (kawasan Ampel), dan Melayu. Jembatan Merah menghubungkan sisi Eropa di barat Kalimas dengan sisi Pecinan dan Arab di timur.
Kapan pasar malam Kya-Kya Kembang Jepun buka?
Akun resmi Kya-Kya, seperti dikutip JawaPos pada Agustus 2025, menyebut jam operasional Jumat sampai Minggu pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. Di luar hari itu, Kembang Jepun hanya berupa jalan dagang biasa.
Apa yang ada di kawasan religi Sunan Ampel?
Masjid Agung Sunan Ampel yang didirikan pada 1421, makam Sunan Ampel dan beberapa ulama lain, tempat wudhu melingkar, air minum dari sumur, serta Pasar Ampel yang menjual oleh-oleh, busana muslim, dan makanan khas Timur Tengah. Kenakan pakaian sopan saat berkunjung.
Apakah melewati Jembatan Suramadu bayar tol?
Tidak. Jembatan Suramadu tidak lagi memungut tarif tol sejak Oktober 2018. Panjang totalnya 5.438 meter, menghubungkan Surabaya dengan Bangkalan di Madura.
Di mana mencari lontong balap dan rujak cingur?
Jalan Kranggan di Sawahan punya beberapa warung lontong balap lama, misalnya Pak Budi Garuda dan Cak Gendut. Untuk rujak cingur, Rujak Cingur Delta di Jalan Kayoon Nomor 46 termasuk yang sering disebut legendaris. Cek jam buka terbaru sebelum datang.
Bagaimana cara berkeliling Surabaya tanpa kendaraan pribadi?
Gunakan Suroboyo Bus dan feeder Wirawiri untuk rute utama, lalu ojek atau taksi online untuk perpindahan antarkawasan yang jauh. Di dalam Kota Lama, berjalan kaki adalah cara paling efisien.
Kapan waktu terbaik berwisata ke Surabaya?
Musim kemarau sekitar Juni sampai September lebih aman untuk wisata luar ruang. Suhu siang rata-rata sekitar 31 derajat Celsius sepanjang tahun, jadi jadwalkan taman dan Kota Lama di pagi atau sore hari.
Ringkasan: menyusun wisata Surabaya per kawasan
Wisata Surabaya terasa ringan kalau dipecah per kawasan: Kota Lama di utara untuk sejarah kolonial, Pecinan, dan Ampel; pusat kota untuk Tugu Pahlawan, Tunjungan, dan Monkasel; pesisir Kenjeran dan Suramadu untuk sore hari; serta taman di selatan untuk pagi. Atur hari kunjungan supaya tidak jatuh pada Senin, dan supaya malamnya bertepatan dengan Kya-Kya.
Sebelum berangkat, cek tarif dan sesi terbaru di panduan harga tiket wisata Surabaya, lalu sisihkan setidaknya setengah hari untuk Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember, alasan kota ini disebut Kota Pahlawan.
Panduan perjalanan terkait
Rencanakan kunjungan dengan panduan ini, atau bandingkan pilihan perjalanan lain di Indonesia.


