Majalah Perjalanan Digital Premium Indonesia
Wisata Solo: Pesona Kota Batik dan Keraton
Kuliner

Wisata Solo: Pesona Kota Batik dan Keraton

Redaksi JJTH·5 Maret 2026·8 menit baca

Solo menawarkan perpaduan sempurna budaya Jawa dan modernitas. Jelajahi keraton, pasar tradisional, dan kuliner legendaris.

Solo: Jiwa Budaya Jawa yang Sesungguhnya

Jika Yogyakarta adalah wajah pariwisata Jawa, Solo adalah jiwanya. Kota ini mempertahankan tradisi Jawa dengan lebih kental dan autentik. Dari tata krama masyarakat, seni pertunjukan, batik tulis halus, hingga kuliner yang memanjakan — Solo menawarkan pengalaman budaya yang lebih intim dan mendalam dibandingkan kota-kota wisata lainnya di Jawa.

Keraton dan Warisan Budaya

Keraton Kasunanan Surakarta adalah pusat budaya Jawa yang masih aktif. Museum di dalamnya menyimpan koleksi pusaka dan kereta kerajaan. Pura Mangkunegaran menawarkan arsitektur yang lebih intim dengan pendopo berhias langit-langit bermotif zodiak yang unik. Kampung Batik Laweyan dan Kampung Batik Kauman adalah tempat menyaksikan proses pembuatan batik tulis secara langsung.

Kuliner Legendaris Solo

Nasi liwet Solo adalah hidangan yang wajib dicoba — nasi gurih dengan lauk opor ayam, telur, dan sambal goreng. Sate kere (sate tempe gembus) di Galabo adalah kuliner rakyat yang lezat. Selat Solo, bistik ala Jawa dengan saus manis. Serabi Solo dengan kuah santan kental. Tengkleng kambing untuk pencinta daging. Timlo Solo, sup bening dengan telur, sosis solo, dan daging.

Wisata Sekitar Solo

Candi Sukuh dan Cetho di lereng Gunung Lawu menawarkan candi Hindu dengan arsitektur unik menyerupai piramida Maya. Air Terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu adalah destinasi alam favorit. Kebun Teh Kemuning menyajikan pemandangan perkebunan teh yang asri. Solo juga menjadi base camp ideal untuk mendaki Gunung Lawu, salah satu pendakian paling populer di Jawa.