Majalah Perjalanan Digital Premium Indonesia
10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo 2026: Dari Pagi sampai Dini Hari
Wisata Solo

10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo 2026: Dari Pagi sampai Dini Hari

Tim Jalan-Jalan Tiap Hari·25 Juli 2026·12 menit baca

Solo menyimpan kuliner legendaris yang buka dari pagi buta sampai lewat tengah malam.

Jawaban Singkat

Ringkasan 10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo 2026: Dari Pagi sampai Dini Hari

Sepuluh wisata kuliner terbaik di Solo versi tim Jalan-Jalan Tiap Hari, mulai nasi liwet Keprabon, timlo, tengkleng Klewer, sampai gudeg ceker dini hari. Lengkap dengan lokasi dan jam paling pas datang.

Info Praktis 2026

Harga Tiket, Jam Buka, dan Waktu Terbaik ke 10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo

Harga tiket masukHarga tiket 2026 bisa berubah menurut hari, musim liburan, dan kebijakan pengelola. Cek kanal resmi atau loket online sebelum berangkat.
Jam bukaJam operasional dapat berbeda saat akhir pekan, libur nasional, atau perawatan area wisata. Datang lebih pagi untuk antrean lebih ringan.
Waktu terbaikPagi hari cocok untuk foto dan cuaca lebih nyaman. Sore hari cocok untuk suasana santai, tetapi biasanya lebih ramai.
Estimasi kunjunganSiapkan 2-4 jam untuk menikmati area utama, berfoto, istirahat, dan mengantisipasi antrean.
FasilitasPrioritaskan cek parkir, toilet, musala, warung, akses anak, dan pembayaran non-tunai sebelum berangkat.

Catatan: blok ini dibuat sebagai panduan cepat. Untuk angka tiket yang sangat spesifik, gunakan informasi resmi terbaru karena harga wisata lokal sering berubah tanpa pemberitahuan panjang.

Sekilas: Kenapa Solo Layak Disebut Kota Kuliner

Wisata kuliner terbaik di Solo punya satu keunggulan yang jarang dimiliki kota lain: jam bukanya menyebar sepanjang 24 jam. Ada yang hanya ada saat sarapan, ada yang baru menyala setelah magrib, dan ada yang justru ramai pukul dua dini hari.

Karena itu, cara terbaik menikmati Solo bukan mengejar sebanyak mungkin tempat dalam sehari, melainkan menyesuaikan daftar dengan jam perutmu. Sepuluh pilihan di bawah kami susun mengikuti alur waktu, dari pagi sampai dini hari.

Kota ini juga relatif kecil. Sebagian besar tempat di daftar ini berjarak kurang dari 15 menit berkendara satu sama lain, sehingga menyusun rute jauh lebih mudah dibanding kota besar. Kalau kamu belum punya rencana kunjungan, mulai dari panduan wisata Solo lebih dulu.

Satu catatan: harga di warung legendaris berubah dari waktu ke waktu, dan beberapa tempat tutup tanpa pengumuman saat ada acara keluarga. Selalu siapkan pilihan cadangan di sekitarnya.

1. Nasi Liwet Wongso Lemu: Ikon Malam di Keprabon

Nasi liwet adalah nasi gurih bersantan yang disajikan dengan sayur labu siam, suwiran ayam opor, telur pindang, dan siraman areh kental. Wongso Lemu di kawasan Keprabon sudah menyajikannya sejak dekade 1950-an dan jadi rujukan paling sering disebut wisatawan.

Penyajiannya masih dengan pincuk daun pisang, dan pengunjung duduk lesehan di bawah tenda tepi jalan. Pada malam tertentu ada pengiring musik keroncong yang membuat suasananya terasa khas Solo lama.

Kalau kamu hanya sempat mencoba satu hidangan di Solo, ini pilihan yang paling mewakili rasa kota ini: gurih, ringan, tidak pedas menyengat.

  • Lokasi: Jalan Teuku Umar, Keprabon, Kecamatan Banjarsari
  • Waktu ideal: malam hari, setelah pukul 18.00
  • Cocok untuk: makan malam pertama saat baru tiba di Solo

2. Timlo Sastro: Sup Bening di Belakang Pasar Gede

Timlo adalah sup berkuah bening berisi sosis Solo, suwiran ayam, ati ampela, dan telur pindang. Rasanya ringan tetapi kaya karena kaldunya dimasak lama. Timlo Sastro di Jalan Kapten Mulyadi, tidak jauh dari Pasar Gede, adalah alamat paling legendaris untuk hidangan ini.

Ini menu sarapan yang jarang membuat kekenyangan, jadi cocok jadi pembuka sebelum menjelajah kota. Banyak pengunjung memesan tambahan sosis Solo terpisah karena bentuknya mirip dadar gulung berisi daging cincang.

Datang sebelum pukul delapan pagi kalau ingin duduk tanpa antre. Setelah makan, Pasar Gede Hardjonagoro tinggal beberapa langkah untuk cari jajanan pasar.

  • Lokasi: Jalan Kapten Mulyadi, Kedung Lumbu, Kecamatan Pasar Kliwon
  • Waktu ideal: pagi, sekitar 07.00 sampai 09.00
  • Cocok untuk: sarapan ringan sebelum keliling kota
Hidangan khas Solo disajikan di meja warung
Hidangan Solo umumnya bercita rasa gurih manis dengan kuah yang ringan.

3. Tengkleng Klewer Bu Edi: Antre di Samping Gapura Pasar

Tengkleng adalah olahan tulang kambing dengan kuah kuning encer yang kaya rempah. Versi paling terkenal dijual Bu Edi di samping gapura Pasar Klewer, disajikan dalam pincuk daun tanpa meja makan.

Warung ini buka pada sore hari dan sering habis dalam hitungan jam. Antreannya panjang, jadi datang lebih awal atau siapkan mental menunggu. Bagian yang paling dicari adalah tulang dengan sedikit daging menempel yang harus disedot pelan-pelan.

Karena berada tepat di kawasan Pasar Klewer, kunjungan ke sini enak digabung dengan berburu batik. Rekomendasi buah tangan lainnya kami kumpulkan di daftar oleh-oleh khas Solo.

  • Lokasi: Samping gapura Pasar Klewer, kawasan Keraton Surakarta
  • Waktu ideal: sore, sekitar pukul 14.00 ke atas
  • Cocok untuk: pencinta olahan kambing

4. Sate Buntel Pak Manto: Daging Cincang Berbalut Lemak Tipis

Sate buntel dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus lemak tipis, lalu dibakar sampai keluar aroma asap yang kuat. Ukurannya jauh lebih besar dari sate biasa dan teksturnya lembut karena dagingnya sudah dicincang halus.

Pak Manto di Jalan Honggowongso adalah salah satu nama yang paling sering direkomendasikan untuk hidangan ini. Selain sate buntel, tengkleng dan tongseng di sini juga jadi favorit pelanggan tetap.

Porsinya mengenyangkan, jadi jangan pesan terlalu banyak menu sekaligus kalau kamu berencana mampir ke tempat lain sesudahnya.

  • Lokasi: Jalan Honggowongso, Sriwedari, Kecamatan Laweyan
  • Waktu ideal: siang sampai malam
  • Cocok untuk: makan siang berat bersama rombongan
Sate dibakar di atas bara arang di warung kaki lima
Sate buntel dibakar sampai lemak pembungkusnya meleleh dan mengeluarkan aroma asap.

5. Selat Solo Mbak Lies: Warisan Rasa Eropa yang Dijawakan

Selat Solo adalah hidangan hasil perjumpaan selera Eropa dengan dapur Jawa. Isinya daging semur iris, kentang, buncis, wortel, telur, dan acar, disiram kuah encer manis gurih lalu diberi mayones khas.

Selat Mbak Lies di kawasan Serengan terkenal bukan hanya karena rasanya, tetapi juga karena ruangannya dipenuhi koleksi keramik dari lantai sampai dinding. Suasananya terasa seperti makan di rumah keluarga zaman dulu.

Ini pilihan yang aman untuk pengunjung yang belum terbiasa dengan rasa masakan Jawa yang manis kuat, karena kuahnya ringan dan segar.

  • Lokasi: Jalan Veteran, Gang II, Serengan, Kecamatan Serengan
  • Waktu ideal: siang hari
  • Cocok untuk: makan siang santai dan foto interior

6. Serabi Notosuman: Jajanan Santan yang Dibakar Satu per Satu

Serabi Notosuman dibuat dari adonan tepung beras dan santan yang dimasak satu per satu di wajan kecil di atas tungku arang. Bagian tepinya tipis renyah, bagian tengahnya lembut dan legit.

Ada dua varian utama, polos dan cokelat. Serabi ini paling enak dimakan hangat dalam satu jam pertama setelah dibakar, jadi belilah secukupnya kalau tidak langsung dimakan.

Kalau kamu ingin membawanya pulang sebagai buah tangan, minta dibungkus terpisah dan simpan mendatar supaya tidak lengket satu sama lain.

  • Lokasi: Jalan Moh. Yamin, Jayengan, Kecamatan Serengan
  • Waktu ideal: pagi sampai sore
  • Cocok untuk: camilan dan buah tangan

7. Soto Gading: Sarapan Bening Dekat Keraton

Soto Solo berbeda dari soto kebanyakan. Kuahnya bening, ringan, dan porsinya kecil sehingga banyak orang menghabiskan dua mangkuk sekaligus. Soto Gading di kawasan dekat Keraton Surakarta adalah salah satu yang paling ramai sejak pagi.

Yang membuat pengalaman makan di sini menarik adalah deretan lauk di atas meja: tempe goreng, perkedel, sate telur puyuh, sampai sosis Solo. Kamu ambil sendiri dan dihitung saat membayar.

Datang sebelum pukul delapan pagi karena beberapa lauk favorit cepat habis. Tambahkan perasan jeruk nipis untuk menyegarkan kuahnya.

  • Lokasi: Kawasan Gading, tidak jauh dari Keraton Surakarta
  • Waktu ideal: pagi, 06.00 sampai 09.00
  • Cocok untuk: sarapan cepat sebelum jalan-jalan

8. Sate Kere Yu Rebi: Sate Tempe Gembus yang Punya Cerita

Sate kere lahir dari keterbatasan. Dulu daging terlalu mahal bagi sebagian warga, sehingga tempe gembus, ampas tahu yang difermentasi, dibumbui dan dibakar layaknya sate. Sekarang hidangan ini justru dicari sebagai kuliner khas.

Yu Rebi di belakang kawasan Sriwedari menyajikan sate kere lengkap dengan pilihan jeroan seperti paru dan limpa. Bumbu kacangnya kental dan agak manis, khas selera Solo.

Cobalah campuran tempe gembus dan jeroan dalam satu porsi supaya kamu bisa membandingkan teksturnya. Ini juga contoh menarik bagaimana kuliner kaki lima bisa naik kelas, tema yang kami bahas di panduan wisata kuliner kaki lima.

  • Lokasi: Kawasan belakang Sriwedari, Kecamatan Laweyan
  • Waktu ideal: siang sampai sore
  • Cocok untuk: mencoba kuliner bersejarah dengan harga ramah

9. Es Dawet Telasih Bu Dermi: Pelepas Dahaga di Pasar Gede

Es dawet telasih berisi dawet hijau, bubur sumsum, ketan hitam, tape, dan biji telasih yang mengembang di dalam kuah santan bergula jawa. Rasanya manis lembut dengan tekstur yang berlapis-lapis.

Bu Dermi berjualan di dalam Pasar Gede Hardjonagoro, jadi menikmatinya sekaligus jadi alasan untuk masuk ke pasar tertua di Solo ini. Suasana pasar pagi di sini termasuk yang paling hidup di Jawa Tengah.

Datanglah pagi sampai siang. Setelah menjelang sore, banyak pedagang di dalam pasar mulai membereskan lapak.

  • Lokasi: Dalam Pasar Gede Hardjonagoro, Kecamatan Jebres
  • Waktu ideal: pagi sampai siang
  • Cocok untuk: penyegar di tengah rute kuliner
Suasana pasar tradisional di Solo dengan pedagang dan pembeli
Pasar Gede jadi titik temu antara wisata kuliner dan wisata sejarah kota.

10. Gudeg Ceker Margoyudan: Makan Enak Pukul Dua Dini Hari

Ini pengalaman kuliner paling khas Solo yang tidak akan kamu temukan di banyak kota. Gudeg ceker di kawasan Margoyudan, Jalan Wolter Monginsidi, baru buka pada dini hari dan tetap ramai sampai menjelang subuh.

Gudegnya bercita rasa lebih gurih dibanding gudeg Jogja yang dominan manis, disajikan dengan ceker ayam yang dimasak sampai empuk sekali dan areh santan kental. Pengunjungnya campuran: pekerja malam, wisatawan, dan warga yang baru pulang dari acara.

Kalau kamu tiba di Solo malam hari dengan kereta terakhir, ini penutup yang tepat sebelum kembali ke penginapan. Pilihan menginap hemat sudah kami rangkum di daftar hotel murah di Solo.

  • Lokasi: Kawasan Margoyudan, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Banjarsari
  • Waktu ideal: dini hari, sekitar pukul 02.00
  • Cocok untuk: penutup malam atau sahur lebih awal

Menyusun Rute Kuliner Sehari Penuh di Solo

Karena jarak antartempat pendek, kamu bisa menyusun satu hari penuh yang berisi lima sampai enam perhentian tanpa terasa terburu-buru. Ini contoh susunan yang sudah kami uji.

WaktuPerhentianCatatan
06.30Soto GadingPorsi kecil, ambil lauk secukupnya
08.00Timlo Sastro dan Pasar GedeSekalian mencoba es dawet telasih
11.30Selat Mbak LiesIstirahat siang di ruangan tertutup
14.30Tengkleng Bu Edi dan Pasar KlewerDatang lebih awal karena cepat habis
16.00Serabi NotosumanBeli hangat untuk camilan sore
19.00Nasi Liwet KeprabonMakan malam sambil lesehan
02.00Gudeg Ceker MargoyudanOpsional, kalau masih kuat begadang

Untuk berpindah antartempat, ojek daring paling praktis di jam sibuk. Kalau kamu datang bersama keluarga atau membawa banyak barang, sewa mobil di Solo lebih nyaman.

Tips biar Wisata Kuliner di Solo Tidak Mengecewakan

Beberapa hal kecil ini sering jadi pembeda antara kunjungan yang lancar dan yang berakhir dengan warung sudah tutup.

  • Bagi porsi berdua. Banyak menu Solo disajikan dalam porsi mengenyangkan. Berbagi memungkinkan kamu mencoba lebih banyak tempat.
  • Bawa uang tunai pecahan kecil. Sebagian warung legendaris masih melayani tunai saja, terutama yang berjualan di kaki lima.
  • Hindari jam makan siang puncak pukul 12.00 sampai 13.00 di tempat populer kalau kamu tidak suka antre.
  • Cek hari libur warung. Beberapa tempat tutup di hari tertentu atau saat ada hajatan keluarga.
  • Sisakan ruang untuk buah tangan. Serabi, intip goreng, dan abon sering dibeli di hari terakhir supaya tetap segar.

Kalau kamu sedang membandingkan kota tujuan kuliner, lihat juga rangkuman kami tentang wisata kuliner Jogja dan wisata kuliner terbaik di Jakarta.

Pertanyaan Umum Seputar Kuliner Solo

Berapa hari cukup untuk wisata kuliner di Solo?

Dua hari satu malam sudah cukup untuk mencoba delapan sampai sepuluh tempat dengan ritme santai, termasuk waktu istirahat di antara sesi makan.

Apa makanan khas Solo yang paling wajib dicoba?

Kalau hanya bisa memilih satu, nasi liwet adalah jawabannya. Setelah itu tengkleng dan timlo paling sering disebut sebagai penanda rasa kota ini.

Apakah kuliner Solo cenderung manis?

Sebagian besar bercita rasa gurih dengan sentuhan manis, tetapi tidak sekuat gudeg Jogja. Soto dan timlo di Solo justru berkuah bening dan ringan.

Di mana pusat kuliner malam di Solo?

Kawasan Keprabon dan sekitar Jalan Slamet Riyadi ramai pada malam hari. Untuk pilihan dini hari, kawasan Margoyudan jadi rujukan utama.

Apakah tersedia pilihan halal?

Mayoritas warung legendaris di daftar ini menyajikan menu berbahan ayam, kambing, dan sapi. Tetap tanyakan langsung kepada penjual bila kamu memerlukan kepastian.

Bagaimana cara berkeliling antartempat kuliner?

Ojek daring dan taksi daring tersedia luas di Solo. Untuk rombongan atau kunjungan yang menyertakan destinasi luar kota seperti Tawangmangu, sewa kendaraan lebih efisien. Solo juga jadi titik singgah yang enak dalam perjalanan panjang lintas pulau seperti rute solo trip lintas Jawa 10 hari.

Kesimpulan

Solo membuktikan bahwa kota kecil bisa punya peta kuliner yang padat. Dari soto bening pukul enam pagi sampai gudeg ceker pukul dua dini hari, hampir setiap jam ada alasan untuk makan.

Kuncinya adalah menyusun rute mengikuti jam buka, bukan mengikuti daftar populer. Dengan begitu kamu tidak perlu bolak-balik dan tidak kehabisan menu incaran.

Setelah kenyang, sisakan waktu untuk menjelajah kotanya lewat panduan wisata Solo, atau lanjutkan perjalanan ke lereng Lawu untuk melihat air terjun terbaik di Indonesia yang salah satunya berada tidak jauh dari kota ini.

Lokasi dan Peta 10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo

Gunakan peta di bawah ini untuk melihat posisi 10 Wisata Kuliner Terbaik di Solo, estimasi rute dari lokasi Anda, serta area sekitar yang bisa dijadikan patokan perjalanan. Untuk akurasi terbaik, buka peta langsung sebelum berangkat karena kondisi jalan, jam ramai, dan pilihan transportasi bisa berubah.

Kendaraan Pribadi

Simpan rute dari Google Maps, cek parkir, dan siapkan uang tunai untuk tiket masuk atau retribusi lokal.

Transportasi Online

Cocok untuk destinasi kota atau pantai populer. Pastikan area penjemputan pulang masih terjangkau sinyal.

Transportasi Umum

Cek terminal, stasiun, atau halte terdekat, lalu lanjutkan dengan ojek lokal bila akses terakhir belum dilayani angkutan umum.